国际百家博

  • <tr id='6yBgfO'><strong id='6yBgfO'></strong><small id='6yBgfO'></small><button id='6yBgfO'></button><li id='6yBgfO'><noscript id='6yBgfO'><big id='6yBgfO'></big><dt id='6yBgfO'></dt></noscript></li></tr><ol id='6yBgfO'><option id='6yBgfO'><table id='6yBgfO'><blockquote id='6yBgfO'><tbody id='6yBgfO'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='6yBgfO'></u><kbd id='6yBgfO'><kbd id='6yBgfO'></kbd></kbd>

    <code id='6yBgfO'><strong id='6yBgfO'></strong></code>

    <fieldset id='6yBgfO'></fieldset>
          <span id='6yBgfO'></span>

              <ins id='6yBgfO'></ins>
              <acronym id='6yBgfO'><em id='6yBgfO'></em><td id='6yBgfO'><div id='6yBgfO'></div></td></acronym><address id='6yBgfO'><big id='6yBgfO'><big id='6yBgfO'></big><legend id='6yBgfO'></legend></big></address>

              <i id='6yBgfO'><div id='6yBgfO'><ins id='6yBgfO'></ins></div></i>
              <i id='6yBgfO'></i>
            1. <dl id='6yBgfO'></dl>
              1. <blockquote id='6yBgfO'><q id='6yBgfO'><noscript id='6yBgfO'></noscript><dt id='6yBgfO'></dt></q></blockquote><noframes id='6yBgfO'><i id='6yBgfO'></i>
                nusabali

                Kerauhan, Pedagang Pasar Wangaya Diminta Tak Berjualan

                • www.nusabali.com-kerauhan-pedagang-pasar-wangaya-diminta-tak-berjualan

                DENPASAR, 亚洲城88
                Sejumlah pedagang di Pasar Wangaya sempat dikejutkan dengan rekannya yang kerauhan, Kamis (2/4) pagi.

                Pedagang yang kerauhan tersebut mengaku Bhatara di Pura Bukit Rangda yang membawa pesan agar tidak berjualan di Pasar Wangaya karena wabah virus Corona (Covid-19).  Pedagang yang kerauhan sekitar pukul 09.00 Wita itu diketahui bernama Putu Dewi yang tinggal di Banjar Semilajati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara. Dia diketahui sehari-hari berjualan alat-alat upakara, seperti daun, tebu, serta perlengkapan upakara lainnya. Ditengah keramaian tempat berjualan, tiba-tiba Putu Dewi tersebut berteriak histeris mengagetkan pedagang dan pengunjung pasar.

                Putu Dewi berteriak sambil mengatakan bahwa 'gumi gerubug' dan meminta untuk pedagang tidak berjualan dulu. Salah satu rekannya, Luh Kariani, pedagang yang berjualan di sekitarnya sempat kaget, karena tiba-tiba Putu Dewi berteriak. Setelah diamati, ternyata kerauhan. Kata dia, yang merasuki saat kerahuan mengaku dari Bhatara di Pura Bukit Rangda. Dalam kerahuan itu, diharapkan pedagang tidak berjualan lagi, karena adanya kasus Corona.  

                Dalam penyampaiannya, semua diharapkan tahu, sudah ada pertanda. Tapi tidak ada yang mengerti. Kata dia, kejadian tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Setelah dihaturkan segehan di depan dagangannya dan dipercikan tirta baru sadarkan diri. “Gumi Bali grubug. Jangan dulu bekerja, jangan bekerja,” katanya menirukan Putu Dewi yang kerauhan.

                Terhadap kondisi ini, sejumlah pedagang mengaku tetap melakukan aktivitas, karena belum ada imbauan dari pengelola pasar. “Kami tetap berjualan, karena belum ada imbauan dari kepala pasar. Was-was sih ada, tapi kami tetap berjualan,” ujar Kariani didampingi beberapa pedagang lainnya.

                Dia mengaku bersama rekan lainnya masih tetap akan berjualan sebab sampai saat ini belum ada pemberitahuan untuk tidak berjualan. "Sebelum ada pemberitahuan belum saya mau berhenti jualan nanti makan apa. Sekarang masih biasa saja kami tetap berjualan," imbuhnya. *mis

                loading...

                Komentar